Dalam era globalisasi, peningkatan kualitas layanan menjadi faktor penting bagi keberlangsungan bisnis di berbagai sektor, termasuk industri restoran cepat saji. Persaingan yang semakin ketat menuntut setiap pelaku usaha, seperti OTI Fried Chicken, untuk terus meningkatkan mutu pelayanannya agar dapat mempertahankan kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kualitas layanan OTI Fried Chicken di Bulusan, Semarang, serta mengidentifikasi atribut layanan yang memerlukan prioritas perbaikan. Metode importance–performance analysis (IPA) digunakan untuk menilai tujuh dimensi kualitas layanan, yaitu tangible, reliability, responsiveness, assurance, empathy, food, dan value. IPA membantu menentukan atribut yang menjadi prioritas peningkatan berdasarkan tingkat kepentingan dan kinerja pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan beberapa atribut dengan prioritas perbaikan tertinggi, yaitu kenyamanan area parkir, lokasi strategis, kebersihan meja restoran, kesegaran bahan makanan, dan keramahan staf. Temuan ini diharapkan menjadi acuan peningkatan kualitas layanan dan kepuasan pelanggan.
Copyrights © 2025