Era Revolusi Industri 4.0 membawa perubahan mendasar dalam pola interaksi sosial dan konsumsi informasi, yang turut memunculkan berbagai bentuk penyimpangan moral, termasuk fenomena fantasi inses (incest) yang semakin mudah diakses melalui media digital. Meskipun bersifat imajinatif, fenomena ini merefleksikan problematika serius dalam dimensi spiritual, etika, dan psikologis, terutama ketika konten terkait mengalami normalisasi di ruang virtual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategis pendidikan Islam dalam upaya pencegahan dan pembinaan moral terhadap fenomena tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi pustaka terhadap literatur keislaman, pendidikan, psikologi, dan media digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan Islam yang berorientasi pada penguatan tauhid, internalisasi akhlak, dan pembiasaan adab memiliki kapasitas signifikan dalam membentuk kesadaran etis, memperkuat kontrol diri, serta membangun daya kritis generasi muda dalam menghadapi arus konten digital yang menyimpang. Strategi yang direkomendasikan meliputi integrasi nilai-nilai Islam dalam kurikulum pendidikan, optimalisasi peran keluarga sebagai basis pendidikan moral, serta pengembangan literasi digital berbasis nilai keislaman.
Copyrights © 2024