Gunung Merapi dengan tanah vulkaniknya yang subur telah dikenal sebagai daerah penghasil kopi di Indonesia. Salah satu penghasil kopi di lereng Gunung Merapi terletak di wilayah Kaliurang Timur, Hargobinangun, Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Program pengabdian masyarakat ini berfokus pada peningkatan kualitas biji kopi, kapasitas petani, diversifikasi produk kopi melalui pemanfaatan limbah kaskara, dan pengembangan jaringan pemasaran. Program ini dilaksanakan pada kelompok tani kopi di Kaliurang Timur, Hargobinangun, Sleman, dengan tujuan meningkatkan kualitas pascapanen kopi Merapi, pemanfaatan limbah kaskara berbasis ekonomi hijau, serta keterampilan pemasaran produk kopi. Kegiatan diikuti oleh 27 partisipan, yang mayoritas berusia ≥60 tahun (77,8%), berprofesi sebagai petani (70,4%), berpendidikan SMP/SMA (55,6%), serta memiliki pendapatan <1 juta rupiah per bulan (59,3%). Sebagian besar peserta belum pernah mendapatkan edukasi tentang agribisnis (55,6%), sehingga intervensi pelatihan menjadi sangat relevan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek produksi, terutama keterampilan pemanenan buah merah, teknik pengeringan, dan praktik menjaga mutu biji kopi. Pada aspek pengolahan limbah, terjadi penurunan 20% volume limbah kaskara yang tidak termanfaatkan, serta peningkatan keterampilan peserta dalam mengolah kaskara menjadi minuman fungsional. Evaluasi menggambarkan perkembangan perilaku dari kategori “tidak pernah” ke “kadang” dan “sering”, khususnya pada indikator mencicipi kopi hasil panen, menjaga kebersihan buah kopi, serta penyimpanan pascapanen. Selain itu, minimal 80% peserta memahami prinsip pengolahan limbah kopi ramah lingkungan, dan 60% mampu mempraktikkannya secara mandiri. Dalam aspek pemasaran, peserta memperoleh pengetahuan mengenai strategi direct selling di kawasan pariwisata lokal serta pemasaran digital melalui media sosial dan e-commerce. Secara keseluruhan, program pengabdian ini berhasil meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta perilaku petani kopi Merapi dalam aspek produksi, pengolahan limbah, dan pemasaran. Intervensi berpotensi mendorong terciptanya produk kopi berkualitas tinggi, pemanfaatan limbah bernilai ekonomi, serta penguatan daya saing kopi Merapi di pasar lokal maupun digital.
Copyrights © 2026