Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kaempferia galanga (L.): An Updated Overview of In Vitro and In Vivo Antioxidant Properties Riastri, Anami
Journal of Food and Pharmaceutical Sciences Vol 12, No 1 (2024): J.Food.Pharm.Sci
Publisher : Integrated Research and Testing Laboratory (LPPT) Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfps.9997

Abstract

Kaempferia galanga L. (K. galanga) locally called aromatic ginger or “kencur" in Bahasa is traditionally for the treatment of various diseases related to antioxidants such as anti-inflammatory, anti-cancer, and immunomodulator. This paper aims to provide a critical review of the current antioxidant activity of K. galanga using in vitro and in vivo assays. The information and data of K. galanga were collected from various resources such as Scopus, PubMed, Science Direct, and Google Scholar. The results showed that K. galanga plays a role in defense systems against oxidative stress. Several in vitro assays have been used to measure the antioxidant activity of K. galanga, namely,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH), ferric reduction of antioxidant power (FRAP), 2,2'-azino-bis (3-ethylbenzothiazoline-6-sulfonic acid (ABTS). Whereas, the parameter in vivo antioxidant assay of K galanga including lifespan, survival life, intracellular reactive oxygen species (ROS) level, malondialdehyde (MDA) level, and antioxidant enzyme activities: superoxide dismutase (SOD), catalase (CAT), and glutathione peroxidase (GSH-Px). Based on the findings, it can be indicated that K. galanga has powerful antioxidant activities and, therefore could have the potential as a natural antioxidant.
Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Masyarakat tentang Tuberkulosis Melalui Program BAPER (Bersama Atasi Penularan Tuberkulosis) di Dusun Gunung Anyar RT 03/RW 23 Tahun 2024 Khofiffah, Nur; Suroya, Rofiqotus Zahro; Siburian, Yosua; Suryati, Suryati; Wua, Maria Goreti; Manjorang, Martdian Manaraja; Mulyaningsih, Tri; Riastri, Anami
JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Desember 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jgen.v2i2.503

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan global, khususnya di negara berkembang seperti Indonesia, yang memiliki beban TB tertinggi kedua di dunia. Program "BAPER" (Bersama Atasi Penularan Tuberkulosis) bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap pencegahan TB di Dusun Gunung Anyar, Donokerto. Program ini menggunakan metode edukasi langsung melalui penyuluhan dan kunjungan door to door, serta evaluasi dengan pre-test dan post-test. Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan dan sikap masyarakat setelah intervensi edukasi diberikan. Uji statistik menunjukkan perbedaan signifikan dalam hasil pre-test dan post-test, yang mengindikasikan efektivitas program. Untuk mempertahankan peningkatan pengetahuan ini, disarankan agar promosi kesehatan dilakukan secara berkelanjutan dengan media yang mudah diakses, seperti video promosi dan workshop.
Kaempferia galanga (L.): An Updated Overview of In Vitro and In Vivo Antioxidant Properties Riastri, Anami
Journal of Food and Pharmaceutical Sciences Vol 12, No 1 (2024): J.Food.Pharm.Sci
Publisher : Integrated Research and Testing Laboratory (LPPT) Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfps.9997

Abstract

Kaempferia galanga L. (K. galanga) locally called aromatic ginger or “kencur" in Bahasa is traditionally for the treatment of various diseases related to antioxidants such as anti-inflammatory, anti-cancer, and immunomodulator. This paper aims to provide a critical review of the current antioxidant activity of K. galanga using in vitro and in vivo assays. The information and data of K. galanga were collected from various resources such as Scopus, PubMed, Science Direct, and Google Scholar. The results showed that K. galanga plays a role in defense systems against oxidative stress. Several in vitro assays have been used to measure the antioxidant activity of K. galanga, namely,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH), ferric reduction of antioxidant power (FRAP), 2,2'-azino-bis (3-ethylbenzothiazoline-6-sulfonic acid (ABTS). Whereas, the parameter in vivo antioxidant assay of K galanga including lifespan, survival life, intracellular reactive oxygen species (ROS) level, malondialdehyde (MDA) level, and antioxidant enzyme activities: superoxide dismutase (SOD), catalase (CAT), and glutathione peroxidase (GSH-Px). Based on the findings, it can be indicated that K. galanga has powerful antioxidant activities and, therefore could have the potential as a natural antioxidant.
A Development of Coffee Agribusiness on the Slopes of Mount Merapi through the Utilization of Coffee Beans and Cascara Waste as Functional Beverages in the Coffee Farmers Group of Hargobinangun Village Riastri, Anami; Arifah, Mitsalina Fildzah; Indarti, Oktavia
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 8 No 1 (2026): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v8i1.1763

Abstract

Gunung Merapi dengan tanah vulkaniknya yang subur telah dikenal sebagai daerah penghasil kopi di Indonesia. Salah satu penghasil kopi di lereng Gunung Merapi terletak di wilayah Kaliurang Timur, Hargobinangun, Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Program pengabdian masyarakat ini berfokus pada peningkatan kualitas biji kopi, kapasitas petani, diversifikasi produk kopi melalui pemanfaatan limbah kaskara, dan pengembangan jaringan pemasaran. Program ini dilaksanakan pada kelompok tani kopi di Kaliurang Timur, Hargobinangun, Sleman, dengan tujuan meningkatkan kualitas pascapanen kopi Merapi, pemanfaatan limbah kaskara berbasis ekonomi hijau, serta keterampilan pemasaran produk kopi. Kegiatan diikuti oleh 27 partisipan, yang mayoritas berusia ≥60 tahun (77,8%), berprofesi sebagai petani (70,4%), berpendidikan SMP/SMA (55,6%), serta memiliki pendapatan <1 juta rupiah per bulan (59,3%). Sebagian besar peserta belum pernah mendapatkan edukasi tentang agribisnis (55,6%), sehingga intervensi pelatihan menjadi sangat relevan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek produksi, terutama keterampilan pemanenan buah merah, teknik pengeringan, dan praktik menjaga mutu biji kopi. Pada aspek pengolahan limbah, terjadi penurunan 20% volume limbah kaskara yang tidak termanfaatkan, serta peningkatan keterampilan peserta dalam mengolah kaskara menjadi minuman fungsional. Evaluasi menggambarkan perkembangan perilaku dari kategori “tidak pernah” ke “kadang” dan “sering”, khususnya pada indikator mencicipi kopi hasil panen, menjaga kebersihan buah kopi, serta penyimpanan pascapanen. Selain itu, minimal 80% peserta memahami prinsip pengolahan limbah kopi ramah lingkungan, dan 60% mampu mempraktikkannya secara mandiri. Dalam aspek pemasaran, peserta memperoleh pengetahuan mengenai strategi direct selling di kawasan pariwisata lokal serta pemasaran digital melalui media sosial dan e-commerce. Secara keseluruhan, program pengabdian ini berhasil meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta perilaku petani kopi Merapi dalam aspek produksi, pengolahan limbah, dan pemasaran. Intervensi berpotensi mendorong terciptanya produk kopi berkualitas tinggi, pemanfaatan limbah bernilai ekonomi, serta penguatan daya saing kopi Merapi di pasar lokal maupun digital.