Abstrak- Tantangan bagi IKM di tahun-tahun ke depan tidak hanya karena masifnya ekonomi digital yang semakin pesat tetapi menuntut para pelaku usaha IKM mampu berkolaborasi dan bekerjasama dengan ritel modern yang dapat menjangkau pasar-pasar diluar daerah bahkan go-internasional serta dapat bersaing dengan usaha besar lainnya yang sudah dikenal luas. Agar dapat berkolaborasi dengan ritel modern tentunya IKM harus menetapkan atribut standar ritel melalui kualitas produk, kemasan, harga, ketersediaan, dan atribut lokal. Tujuan dari penelitian ini adalah mengukur kepuasan pelanggan untuk diketahui atribut produk mana yang harus diperbaiki, apakah kualitas rasa, kemasan, harga, ketersediaan, dengan maksud agar produk IKM lokal mampu bersaing dengan produk yang sudah ada. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Customer satisfaction Index (CSI) untuk mengukur tingkat kepuasan pelanggan secara objektif terhadap produk IKM yang baru masuk ke pasar ritel agar diketahui atribut produk mana yang harus diperbaiki dengan maksud agar produk IKM lokal mampu bersaing dengan produk nasional. Hasil penelitian menunjukan bahwa perhitungan CSI untuk produk IKM adalah sebesar 77.2%. Hal ini berarti tingkat kepuasan total terletak di antara rentang interval 66% - 80%, yang artinya konsumen puas terhadap produk IKM yang ada pada gerai ritel modern. Atribut produk IKM yang memiliki weighted skor (WS) tertinggi adalah atribut desain kemasan. Hal ini dapat dijelaskan bahwa atribut tersebut merupakan indikator yang mempengaruhi produk IKM di ritel modern. Keberadaan atribut ini harus dapat dipertahankan dan bila perlu ditingkatkan kembali oleh pihak IKM, karena atribut ini merupakan keunggulan dari segi daya tarik produk dengan nilai weight score tertinggi yaitu 0.255.
Copyrights © 2026