Lunggi Journal
Vol. 4 No. 1 (2026): Lunggi Journal: Literasi Unggulan Ilmiah Multidisipliner

STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH (UMKM) DI WILAYAH PERBATASAN POS LINTAS BATAS NEGARA (PLBN) ARUK

Nur Indah Sari (Unknown)
Oskar Hutagaluh (Unknown)
Desi Yuniarti (Unknown)



Article Info

Publish Date
10 Mar 2026

Abstract

Pembangunan kawasan perbatasan negara merupakan agenda strategis nasional yang diarahkan tidak hanya pada aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi lokal. Dalam konteks ini, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi di kawasan perbatasan, termasuk di wilayah Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, Kabupaten Sambas. Meskipun telah didukung oleh pembangunan infrastruktur perbatasan, revitalisasi pasar rakyat, dan pembangunan gudang non-Sistem Resi Gudang (non-SRG), UMKM di kawasan PLBN Aruk masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan akses pembiayaan, lemahnya integrasi rantai pasok, serta belum optimalnya pemanfaatan peluang pasar lintas negara. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan UMKM di kawasan perbatasan PLBN Aruk secara terintegrasi dan berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur dengan menganalisis dokumen kebijakan, laporan pemerintah, data statistik, dan artikel ilmiah yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengembangan UMKM di kawasan PLBN Aruk memerlukan sinergi antara pengelolaan PLBN, revitalisasi pasar rakyat, dan optimalisasi gudang non-SRG sebagai infrastruktur distribusi dan logistik. Strategi tersebut diharapkan mampu memperkuat rantai nilai UMKM, meningkatkan daya saing, serta mendorong keberlanjutan ekonomi lokal di kawasan perbatasan Kabupaten Sambas.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

lunggi

Publisher

Subject

Humanities Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Social Sciences Other

Description

The scope of the articles published covers multidisciplinary knowledge groups, including educational knowledge groups such as Islamic Religious Education, Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education, Early Childhood Islamic Education, Tadris or Indonesian Language Education, Sharia Economic Law, ...