Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) terhadap keaktifan belajar peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment, yang melibatkan dua kelompok penelitian, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen diberikan perlakuan berupa penerapan model pembelajaran STAD, sedangkan kelas kontrol menggunakan model pembelajaran Problem Basic Learning (PBL). Subjek penelitian terdiri atas 52 peserta didik. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen angket keaktifan belajar yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas, dengan nilai koefisien reliabilitas Cronbach’s Alpha sebesar 0,646, sehingga instrumen dinyatakan layak digunakan. Sebelum dilakukan pengujian hipotesis, data terlebih dahulu dianalisis melalui uji prasyarat. Hasil uji normalitas menggunakan Shapiro–Wilk menunjukkan bahwa data keaktifan belajar pada kelas eksperimen dan kelas kontrol berdistribusi normal. Namun, hasil uji homogenitas varians menggunakan uji Levene menunjukkan bahwa varians data tidak homogen. Oleh karena itu, pengujian hipotesis dilanjutkan menggunakan uji Independent Samples t-Test dengan asumsi varians tidak sama (Welch’s t-test). Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,022, yang lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05. Temuan ini mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan antara keaktifan belajar peserta didik pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran STAD efektif dalam meningkatkan keaktifan belajar peserta didik.
Copyrights © 2026