Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh tren fashion, perceived value dan environmental concern terhadap keputusan pembelian produk pakaian berkelanjutan (sustainable fashion). Berdasarkan data dari 138 responden di Yogyakarta yang diambil dengan teknik purposive sampling, studi ini menghasilkan beberapa temuan. Pertama, tren fashion terbukti mendorong konsumen untuk memilih produk thrifting sebagai bagian dari gaya hidup berkelanjutan yaitu semakin tinggi ketertarikan konsumen terhadap tren yang berkembang, semakin besar kecenderungan mereka melakukan pembelian. Kedua, perceived value berperan penting karena konsumen merasakan nilai tambah dari aspek finansial, sosial, maupun etika, sehingga menilai produk thrifting sebagai pilihan yang berkualitas, terjangkau, dan mendukung keberlanjutan. Ketiga, environmental concern turut memengaruhi keputusan pembelian, di mana kesadaran terhadap dampak lingkungan industri fashion mendorong konsumen beralih ke produk yang lebih ramah lingkungan. Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan, yaitu cakupan wilayah yang hanya mencakup Yogyakarta sehingga membatasi generalisasi temuan, serta jumlah sampel yang terbatas pada 138 responden yang belum merepresentasikan keseluruhan populasi konsumen thrifting di Indonesia. Hal ini menjadi peluang bagi penelitian berikutnya untuk memperluas wilayah dan meningkatkan jumlah responden agar hasil penelitian dapat menggambarkan kondisi yang lebih komprehensif
Copyrights © 2026