Pengembangan aplikasi web PHP modern menuntut pemilihan framework yang tepat, di mana adanya pertukaran antara produktivitas dan efisiensi. Arsitektur berabstraksi tinggi fokus pada fleksibilitas pengembangan, sedangkan arsitektur berabstraksi rendah memprioritaskan kinerja dan efisiensi sumber daya komputasi. Penelitian ini melakukan pengukuran overhead dari arsitektur abstraksi tinggi dan abstraksi rendah pada komponen Query Builder melalui pengujian dengan menerapkan lima skenario operasi basis data, menggunakan metrik waktu eksekusi dan alokasi memori yang diukur dengan profiler XHProf. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa arsitektur berabstraksi tinggi terbukti membutuhkan alokasi memori yang jauh lebih besar di seluruh skenario pengujian karena kompleksitas struktur object graph, dan terbukti lebih lambat pada skenario beban basis data ringan. Namun, hasil menunjukkan bahwa perbedaan waktu eksekusi antara kedua arsitektur menjadi tidak signifikan pada skenario query yang kompleks, fenomena ini terjadi akibat perpindahan bottleneck komputasi dari framework ke server basis data. Oleh sebab itu, dampak beban komputasi framework bersifat relatif terhadap beban kerja aplikasi.
Copyrights © 2026