Penelitian ini mengevaluasi efektivitas penghematan ruang penyimpanan mesin virtual (VM) pada sistem berkas Btrfs dengan membandingkan dua model penyimpanan: white-box (melalui Virtio-FS) dan black-box (citra diska tradisional). Eksperimen dilakukan dengan membuat 10 VM yang identik, menumbuhkan datanya melalui simulasi beban kerja, kemudian mengukur penghematan ruang yang dicapai melalui fitur Copy-on-Write (CoW), deduplikasi (duperemove), dan kompresi (Zstd level 3). Hasil menunjukkan bahwa model white-box secara signifikan lebih unggul dalam efisiensi ruang dan kecepatan deduplikasi. Pada skala 10 VM tanpa kompresi, white-box mencapai penghematan 74,10% (dari baseline 27,69 GiB menjadi 7,17 GiB), sementara black-box hanya 29,66% (dari 30,41 GiB menjadi 21,39 GiB). Dengan kompresi, white-box mencapai penghematan maksimal 82,28%, dan black-box 73,78%. Waktu deduplikasi white-box (≈12–15 menit) 6–12 kali lebih cepat daripada black-box (≈29 menit hingga 2,5 jam). Analisis mikro terhadap basis data hashfile mengungkap bahwa keunggulan white-box berasal dari kemampuannya mengidentifikasi duplikasi secara akurat pada level berkas dengan rasio extent kembar >80%, sementara black-box bergulat dengan fragmentasi internal yang mengurangi efektivitas deduplikasi.
Copyrights © 2026