Sedentary activity merupakan salah satu pola perilaku yang semakin meningkat pada mahasiswa seiring dengan tuntutan akademik dan penggunaan teknologi yang intensif. Pola hidup yang kurang aktif ini diduga berkontribusi terhadap berbagai masalah kesehatan mental, khususnya depresi, kecemasan, dan stres. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara aktivitas sedentari dengan tingkat kesehatan mental pada mahasiswa. Metode penelitian menggunakan desain cross-sectional terhadap 84 responden pada November 2025. Data dikumpulkan melalui kuesioner sedentary activity dan instrumen DASS-21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (54,8%) memiliki tingkat aktivitas sedentari rendah (< 2jam/hari). Sebagian besar mahasiswa berada pada kategori normal untuk depresi (81,0%) dan stres (70,2%), meskipun ditemukan prevalensi kecemasan yang cukup tinggi pada tingkat sedang hingga sangat berat. Hasil uji statistik menyimpulkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas sedentari dengan depresi, kecemasan, maupun stres. Meskipun demikian, perbedaan nilai mean rank mengindikasikan adanya kecenderungan penurunan kondisi psikologis pada kelompok dengan aktivitas sedentari tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa kesehatan mental mahasiswa dipengaruhi oleh faktor yang bersifat kompleks dan multifaktorial.
Copyrights © 2026