Latar belakang penelitian ini adalah potensi eco enzyme hasil fermentasi limbah kulit jeruk nipis (Citrus aurantiifolia) dan kulit manggis (Garcinia mangostana) sebagai sumber antibakteri alami. Pendekatan integrasi metabolomik dan molecular docking digunakan untuk mempercepat identifikasi senyawa aktif dalam pengembangan hand sanitizer alami yang aman dan efektif. Penelitian bertujuan menilai potensi antibakteri eco enzyme melalui pemetaan metabolomik, uji in silico, dan verifikasi in vitro. Limbah kulit difermentasi selama ±3 bulan, kemudian dikarakterisasi secara organoleptik dan pH. Profil kimia dianalisis menggunakan LC-HRMS, dan kandidat senyawa didocking terhadap DNA gyrase E. coli serta PBP2a S. aureus. Aktivitas antibakteri diuji dengan metode difusi cakram pada MHA (37 °C, 18–24 jam), termasuk pada formulasi hand sanitizer berbasis etanol, gliserol, H₂O₂, dan air dengan variasi kadar eco enzyme. Mutu fisik sediaan juga dievaluasi. Data dianalisis menggunakan ANOVA/regresi dan analisis jalur sederhana. Hasil LC-HRMS mengidentifikasi 35 senyawa, seperti xanthone dan limonene. Uji in silico menunjukkan dua senyawa dengan afinitas pengikatan tertinggi terhadap target enzim, mengindikasikan potensi inhibisi secara teoritis.
Copyrights © 2026