Risiko jatuh pada lansia merupakan masalah kesehatan masyarakat yang semakin penting seiring meningkatnya populasi usia lanjut. Berbagai faktor berkontribusi terhadap kejadian jatuh, termasuk faktor fisiologis seperti penurunan kekuatan otot, keseimbangan, fleksibilitas, serta fungsi sensorik dan kognitif. Selain itu, faktor lingkungan seperti pencahayaan yang buruk dan hambatan di rumah serta faktor perilaku seperti rendahnya aktivitas fisik dan penggunaan obat tertentu juga meningkatkan risiko jatuh. Latihan multidimensi yang menggabungkan latihan kekuatan, keseimbangan, fleksibilitas, dan postural dipandang sebagai intervensi yang mampu mengatasi berbagai faktor risiko tersebut. Tinjauan sistematis bertujuan menganalisis efektivitas latihan multidimensi dalam menurunkan risiko jatuh pada lansia. Proses pencarian literatur mengikuti pedoman PRISMA 2020 dengan menggunakan basis data PubMed, Scopus, Google Scholar, dan Semantic Scholar untuk publikasi tahun 2019–2025. Sepuluh studi yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis, meliputi RCT, kuasi-eksperimen, observasional, review, dan meta-analisis. Hasil sintesis menunjukkan bahwa latihan multidimensi meningkatkan keseimbangan, kekuatan otot, fleksibilitas, dan fungsi fisik. Program latihan dengan durasi minimal delapan hingga dua belas minggu juga berkontribusi pada penurunan risiko jatuh. Meta-analisis menunjukkan penurunan risiko jatuh sekitar tiga puluh empat persen. Keberhasilan program dipengaruhi oleh durasi latihan, intensitas, kepatuhan peserta, dan dukungan lingkungan. Secara keseluruhan, latihan multidimensi merupakan pendekatan efektif dan komprehensif untuk pencegahan jatuh pada lansia luas.
Copyrights © 2026