Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Fasilitas Industri Kreatif Media Cetak di Surabaya Pratama, Aditya Denny
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Fasilitas industri kretif media cetak di Surabaya” merupakan fasilitas yang mewadahi minat masyarakat Surabaya dalam hal media cetak khususnya bagi anak muda yang ingin menuangkan kreasinya dan juga membuka usaha dalam bidang media cetak dengan tujuan agar kreasi anak muda ini dapat dihargai dan mempunyai tempat di  masyarakat Surabaya. Selain itu juga sebagai sarana edukasi bagi masyarakat Surabaya, dimana myarakat dapat mengetahui bagaimana proses produksi media cetak itu berlangsung. Fasilitas Industri Kreatif Media Cetak di Surabaya ini terletak pada jalan raya mulyosari yang dekat dengan beberapa universitas besar di Surabaya. Oleh karena itu desain bangunan ini harus sesuai dengan perilaku enterpreanur muda agar dapat menarik minat dari anak muda
Efektivitas Virtual Reality Training Terhadap Kemampuan Fungsional Ekstremitas Atas pada Kasus Stroke: Studi Literatur Aditya Denny Pratama; Naufal Rafi Raihan; Aisyah Aji Furqonah
Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jfrwhs.v6i1.158

Abstract

Stroke adalah penyakit yang disebabkan oleh kematian jaringan pada otak. Masalah klinis yang timbul seperti gangguan motorik, sensorik, kognitif, bahasa, dan emosi. Gangguan motorik yang dialami oleh pasien stroke adalah penurunan kemampuan fungsional. Virtual reality training menjadi salah satu terapi latihan fisioterapi dalam menangani kasus stroke dan diperkirakan mampu mestimulasi neuroplastisitas sehingga dapat meningkatkan kemampuan fungsional ekstremitas atas pasien stroke. Studi ini adalah studi literature review dengan metode naratif untuk mengetahui bagaimana efektivitas latihan virtual reality terhadap meningkatkan kemampuan fungsional ekstremitas atas pada kasus stroke. Hasil yang diperoleh Pemberian latihan virtual reality terbukti dapat meningkatkan kemampuan fungsional ekstremitas atas pada pasien stroke. Latihan virtual reality untuk stroke memberikan stimulasi audio dan visual yang memicu neuro-rehabilitasi sehingga terjadi pemetaan ulang kortikal. Dan juga memberikan motivasi sehingga memicu pasien stroke untuk melakukan latihan dengan repetisi yang banyak sehingga terjadi neuroplastisitas. dengan berbagai macam parameter seperti Fugl-Meyer Upper Extremity Scale (FMA-UE), Wolf Motor Function Test (WMFT), dan Box and Block Test (BBT). Pemberian latihan fisioterapi menggunakan virtual reality dapat menjadi solusi intervensi untuk merehabilitasi dan meningkatkan fungsi ekstremitas atas jika memperhatikan beberapa hal, seperti metode virtual reality, dosis, dan ketersediaan alat terapi.
PENGARUH PEMBERIAN DUAL TASK TRAINING TERHADAP PENURUNAN RISIKO JATUH PADA PASIEN STROKE Aditya Denny Pratama
Jurnal Sosial Humaniora Terapan Vol 3, No 2: January - June 2021
Publisher : Program Pendidikan Vokasi UI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jsht.v3i2.130

Abstract

Stroke merupakan suatu kondisi neurologis dimana terjadi kerusakan pada jaringan otak secara tiba – tiba akibat kehilangan aliran darah yang mengakibatkan hilangnya fungsi neurologis. Salah satu manifestasi klinis dari stroke yaitu adanya gangguan keseimbangan. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk mengetahui efektivitas dual task training terhadap penurunan risiko jatuh pada pasien stroke dengan parameter Functional Reach Test (FRT). Muncul pertanyaan klinis, “Bagaimana pengaruh pemberian dual task training terhadap penurunan risiko jatuh pada pasien stroke?” Untuk menjawab masalah klinis, dilakukan penelusuran kepustakaan secara online menggunakan instrumen pencarian PubMed, Science Direct, dan Google Scholar. Kata kunci yang digunakan adalah ”Dual Task Training AND Functional Reach Test AND Stroke” dengan kriteria inklusi artikel full text, topik terkait dengan kasus dan tahun terbit maksimal 5 tahun terakhir. Nilai FRT pre dan post selama 4 tiga kali intervensi yaitu 0,67. Nilai MDC  adalah 0.59, 0.68, 0.68, dan 0.72, dan rentang MCID masing – masing adalah1.61-2.79, 1.52-3.72, 1.52-3.72, and 1.48-3.68. Hasil studi kasus didapatkan bahwa pemberian dual task training dengan parameter FRT menunjukkan hasil tidak signifikan.Kata Kunci : Dual Task Training, Functional Reach Test, Stroke
Penggunaan Pursed Lip Breathing dan Diaphragmatic Breathing Pada Kasus Bronkiektasis Et Causa Post Tuberkulosis Paru Analisis Kasus Berbasis Bukti Riza Pahlawi; Aditya Denny Pratama
Jurnal Sosial Humaniora Terapan Vol 2, No 1: December 2019
Publisher : Program Pendidikan Vokasi UI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.824 KB) | DOI: 10.7454/jsht.v2i1.65

Abstract

Bronkiektasis merupakan dilatasi abnormal bronkus yang terjadi karena infeksi yang menyebabkan inflamasi serta obstruksi jalan nafas. Dengan adanya infeksi dapat menimbulkan respon inflamasi seperti sesak napas, batuk, dan produksi sputum yang meningkat. Breathing exercise menjadi salah satu modalitas fisioterapi dalam menangani kasus-kasus kardiorespirasi, dan kombinasi latihan berupa pursed lip breathing dan diaphragmatic breating breating diperkirakan mampu mengurangi sesak sehingga pasien mampu beraktivitas secara optimal. Muncul pertanyaan pertanyaan klinis, “Apakah pemberian pursed lip breathing dan diaphragmatic breathing dapat memberikan efek yang lebih baik untuk menurunkan sesak pada pasien bronkiektasis et causa post tuberculosis paru?” Ilustrasi kepustakaan enggunakan instrument pencarian Pubmed, Science Direct, dan Chocrane Library sesuai dengan kata kunci. Pada penulusuran didapatkan 19 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Kemudian tahap pencarian dilanjutkan dengan membaca keseluruhan artikel dan ditemukan artikel yang sesuai sebanyak 2 artikel pada Pubmed, 3 artikel pada Science Direct, dan 0 artikel pada Cochrane Library.  Kata Kunci : pursed lip breathing, diaphragmatic breathing, breathing exercise, bronkiektasis
PENGGUNAAN NEURODEVELOPMENTAL TREATMENT PADA KASUS DANDY WALKER SYNDROME Aditya Denny Pratama
Jurnal Sosial Humaniora Terapan Vol 3, No 1: DESEMBER 2020
Publisher : Program Pendidikan Vokasi UI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jsht.v3i1.110

Abstract

Dandy Walker Syndrome (DWS) merupakan suatu sindrom (kumpulan gejala) yang terjadi pada seorang anak akibat adanya sebuah malformasi yang terjadi selama perkembangan dari serebelum dan ventrikel 4. Salah satu manifestasi klinis dari DWS ialah adanya gangguan keseimbangan. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk mengetahui efektfitas Neurodevelopmental Treatment (NDT) pada kasus DWS. Pada dasarnya pemberian intervensi atau penatalaksanaan fisioterapi pada kasus ini dapat dilakukan dengan banyak cara, disesuaikan dengan gejala yang ditemukan dan tentunya disesuaikan dengan keadaan pasien saat itu. Salah satu intervensi yang dapat dilakukan ialah Neurodevelopmental Treatment (NDT). Terkait permasalahan dan intervensi yang digunakan, salah satu parameter sebagai evaluasi yang dapat digunakan ialah Pediatric Balance Scale (PBS). Muncul pertanyaan klinis, “bagaimana efektifitas NDT untuk meningkatkan  keseimbangan dengan parameter pediatric balance scale pada kasus dandy walker syndrome?” Untuk menjawab masalah klinis, dilakukan penelusuran kepustakaan secara online menggunakan instrumen pencari Physical Medicine and Rehabilitation International, Wolter Kluwer, Science Direct, Cochrane Library, Journal of Pediatric Review dan Jornal of Back and Musculoskeletal Rehabilitation. Kata kunci yang digunakan adalah ”Neurodevelopmental Treatment AND Pediatric Balance Scale AND Dandy Walker Syndrome” dengan kriteria inklusi artikel full teks, topik terkait dengan kasus dan tahun terbit maksimal 5 tahun terakhir. Dari Hasil Studi kasus didapatkan penggunakan NDT dengan parameter PBS dapat meningkatkan beberapa komponen dan poin namun peningkatan secara keseluruhan yang dihasilkan tidak signifikan.Kata Kunci : Neurodevelopmental Treatment, Pediatric Balance Scale, Dandy Walker Syndrome
Fasilitas Industri Kreatif Media Cetak di Surabaya Aditya Denny Pratama
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.253 KB)

Abstract

Fasilitas industri kretif media cetak di Surabaya” merupakan fasilitas yang mewadahi minat masyarakat Surabaya dalam hal media cetak khususnya bagi anak muda yang ingin menuangkan kreasinya dan juga membuka usaha dalam bidang media cetak dengan tujuan agar kreasi anak muda ini dapat dihargai dan mempunyai tempat di  masyarakat Surabaya. Selain itu juga sebagai sarana edukasi bagi masyarakat Surabaya, dimana myarakat dapat mengetahui bagaimana proses produksi media cetak itu berlangsung. Fasilitas Industri Kreatif Media Cetak di Surabaya ini terletak pada jalan raya mulyosari yang dekat dengan beberapa universitas besar di Surabaya. Oleh karena itu desain bangunan ini harus sesuai dengan perilaku enterpreanur muda agar dapat menarik minat dari anak muda
EFEKTIVITAS PROGRAM REHABILITASI BERSUMBERDAYA MASYARAKAT TERHADAP PENYANDANG DISABILITAS DENGAN GANGGUAN GERAK Aditya Denny Pratama; Jihan Syifa Prayudipta
Jurnal Sosial Humaniora Terapan Vol 4, No 2: January - June 2022
Publisher : Program Pendidikan Vokasi UI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jsht.v4i2.225

Abstract

Children with disabilities with movement disorders are losing (in whole or in part) their body functions in motor activities (moving), such as running, fine motor skills, speaking, and others that for their activity daily living and self-care. To help serve people with disabilities, there are programs that are packaged in the form of community-based rehabilitation. This study aims to determine the effectiveness of community-based rehabilitation programs for persons with disabilities with movement disorders. The method used in this research is descriptive qualitative. The results showed that the implementation of the community-based rehabilitation program at Yayasan Pembinaan Luar Biasa Nusantara di Beji, Kota Depok, Jawa Barat, Indonesia was effective in providing education to create independence for persons with disabilities with movement disorders. Effectiveness is based on respondents who meet the inclusion criteria and indicators of the community-based rehabilitation matrix, namely, parents and persons with disabilities can access to health centers, education, and are involved in every activity in the community. The inhibiting factors that affect the effectiveness of the program, namely the lack of teachers or administrators from Yayasan Pembinaan Luar Biasa Nusantara Depok Guidance Foundation who participate in a series of community-based rehabilitation programs are an obstacle.
Efektivitas Program Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat terhadap Edukasi Pentingnya Pemberian ASI dan Penanganan Kejang pada Anak dengan Disabilitas Aditya Denny Pratama
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 3 (2022): Jurnal Keperawatan: September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.457 KB)

Abstract

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif menjadi faktor penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Kurangnya edukasi orang tua tentang pentingnya pemberian ASI akan menyebabkan tumbuh kembang anak kurang optimal yang sering ditandai dengan kondisi anak dehidrasi, suhu tubuh meningkat hingga menyebabkan tubuhnya bereaksi kejang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas program Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) dalam memberikan edukasi pentingnya pemberian ASI dan penanganan kejang pada anak dengan disabilitas di Yayasan Pembinaan Luar Biasa Nusantara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program RBM di Yayasan Pembinaan Luar Biasa Nusantara efektif dalam memberikan edukasi pentingnya pemberian ASI dan penanganan kejang pada anak dengan disabilitas. Efektivitas didasarkan pada indikator matriks RBM yaitu, orang tua dan penyandang disabilitas dapat mengakses akses ke pusat kesehatan, pendidikan, dan dilibatkan dalam setiap kegiatan yang ada di masyarakat. Faktor penghambat yang mempengaruhi efektivitas program yaitu kurangnya jumlah guru atau pengurus dari Yayasan Pembinaan Luar Biasa Nusantara yang mengikuti rangkaian program RBM menjadi hambatan dalam efektivitas program RBM.
Efektivitas Friction Massage Terhadap Mengurangi Nyeri Pada Kasus Myofascial Trigger Point Syndrome Otot Upper Trapezius Aditya Denny Pratama
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol. 4 No. 01 (2021): Februari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.915 KB) | DOI: 10.36341/jif.v4i01.1732

Abstract

Background: Myofascial trigger point syndrome is a musculoskeletal disorder characterized by the presence of a trigger point in a sensitive area within the skeletal muscle band linkages, if pressure is applied to the area it will cause specific pain at a point that is pressed (tenderness). Myofascial trigger point syndrome is influenced both by mechanism and by positioning factors. Myofascial trigger point syndrome upper trapezius muscle radiates along the upper back and neck, behind the ears and at the temples. Methods: The research method used is in the form of a case study with 1 patient who was given physiotherapy intervention and evaluation 4 times. To overcome the problem of muscle pain in bilateral trapezius m.upper in this study, using manual physiotherapy intervention therapy in the form of friction massage. Result: The results obtained, there was a decrease in tenderness in the upper trapezius muscle VAS 5 during the first evaluation to VAS 2 at the fourth evaluation with an average VAS value pre and post after one month for four interventions, namely 1.72. The MDC value (95) is 0.196 and the MCID range is 0.88-1.7, and 1.46-2.28. Conclusion: Based on these results, it can be concluded that physiotherapy intervention with the manual method of therapy, friction massage is considered effective in reducing pain in patients with myofascial trigger point syndrome, upper trapezius muscle with visual analogues scale (VAS) parameters. Keyword : Myofascial Trigger Point Syndrome, Manual Therapy, Friction Massage
EFEKTIVITAS BALANCE EXERCISE DAN GAIT TRAINING DALAM MENINGKATKAN KESEIMBANGAN DAN KECEPATAN BERJALAN PADA KASUS STROKE ISKEMIK Aditya Denny Pratama; Aisyah Aji Furqonah
Indonesian Journal of Physiotherapy Vol 1 No 2 (2021): Indonesian Journal of Physiotherapy
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.759 KB) | DOI: 10.52019/ijpt.v1i2.3015

Abstract

Stroke merupakan hilangnya fungsi otak secara mendadak dan memicu kelumpuhan unilateral yang dapat mengurangi kontrol postur dan keseimbangan sehingga pasien kesulitan untuk berjalan. Tujuan studi kasus ini adalah mengetahui efektivitas balance exercise dan gait training terhadap peningkatan keseimbangan dan kecepatan berjalan pada pasien stroke menggunakan parameter Timed Up and Go Test (TUGT) dan 10 Meter Walk Test (10MWT). Metode yang digunakan adalah evidence-based case report dengan pertanyaan klinis, “Bagaimana efektivitas balance exercise dan gait training terhadap peningkatan keseimbangan dan kecepatan berjalan pada kasus stroke iskemik?” dengan penelusuran bukti pada 3 database, yaitu Pubmed, science direct, dan scopus. Setelah dilakukan 6 kali evaluasi terdapat peningkatan keseimbangan dan kecepatan dimana pada evaluasi pertama didapatkan hasil pengukuran TUGT sebesar 14,14 detik, self selected velocity 0,63m/s dan fast velocity 0,66m/s. Pada evaluasi keenam didapatkan hasil sebesar 09,50 detik, self selected velocity 1,34m/s dan fast velocity 1,40m/s sehingga dapat disimpulkan bahwa balance exercise dan gait training efektif dalam meningkatkan keseimbangan dan kecepatan berjalan pada pasien stroke dengan nilai minimal detectable change (MDC) TUGT sebesar 2,9 detik dan 10MWT pada self selected velocity sebesar 0,18m/s dan fast velocity sebesar 0,13m/s serta nilai minimally clinically important difference (MCID) TUGT sebesar 3,4 detik dan 10MWT sebesar 0,16m/s.