Desa Toribulu, Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong, memiliki potensi besar sumber daya daun kelor karena ketersediaannya yang melimpah serta kondisi agroekologi yang mendukung. Tanaman kelor tumbuh dengan baik di lingkungan pedesaan dan umum dimanfaatkan sebagai sayuran rumah tangga. Selain itu, daun kelor memiliki kandungan gizi yang tinggi, seperti protein, kalsium, zat besi, dan antioksidan, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai bahan pangan fungsional. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah daun kelor serta membuka peluang usaha baru bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pengembangan produk kukis daun kelor. Kukis dipilih karena digemari oleh berbagai kalangan dan memiliki potensi pasar yang baik. Namun, mitra UMKM masih menghadapi kendala berupa keterbatasan pengetahuan dalam pengolahan daun kelor dan kurangnya pemahaman strategi pemasaran. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan kegiatan edukasi mengenai manfaat daun kelor, pelatihan pembuatan kukis daun kelor, pendampingan, serta pelatihan pemasaran digital. Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan peserta dari 52% menjadi 85%. Peningkatan tertinggi sebesar 32% terjadi pada pemahaman proses pembuatan kukis dan peluang usaha berbasis kelor. Selain itu, 86% peserta mampu memproduksi kukis daun kelor secara mandiri.
Copyrights © 2026