Riset ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara feminisme dewan director terhadap inovasi lingkungan dan kinerja keuangan dengan institutional ownership sebagai variabel moderasi pada entitas sub sektor farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2015-2020. Desain riset ini termasuk dalam riset kuantitatif. Populasi riset ini adalah 30 entitas sektor farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2015-2020. Pemilihan sampel melalui metode purposive sampling dan didapatkan 5 entitas. Teknik pengumpulan data menggunakan kepustakaan dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan uji analisis regression berganda dan regression moderasi. Pada riset ini feminisme dewan director diproksikan dengan proporsi dewan director wanita di entitas, sedangkan biaya riset biaya riset dan pengembangan mengukur inovasi lingkungan dan return on asset mengukur kinerja keuangan. Teknik analisis yang digunakan dalam riset ini adalah analisis regression dengan software Eviews 10. Hasil riset ini membuktikan bahwa (1) feminisme dewan director memiliki dampak relevan terhadap inovasi lingkungan (2) feminisme dewan director tidak memiliki dampak relevan terhadap kinerja keuangan (3) Institutional ownership berdampak relevan memoderasi feminisme dewan director terhadap inovasi lingkungan (4) Institutional ownership tidak berdampak relevan memoderasi feminisme dewan director terhadap kinerja keuangan pada sub sektor farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia 2015-2020.
Copyrights © 2025