Merokok merupakan faktor risiko utama penurunan fungsi paru dan masih banyak ditemukan pada petani yang juga terpapar debu serta bahan kimia pertanian. Namun, bukti empiris hubungan derajat merokok dengan fungsi paru pada petani masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan derajat merokok dengan fungsi paru pada petani. Penelitian ini memiliki kebaruan dalam penggunaan Indeks Brinkman untuk mengukur paparan merokok kumulatif serta menghubungkannya dengan fungsi paru berbasis spirometri pada populasi petani dengan paparan risiko ganda. Penelitian ini merupakan studi analitik kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 33 petani di Kelurahan Dembe Jaya, Kota Gorontalo yang dipilih secara purposive sampling. Derajat merokok diklasifikasikan menjadi ringan, sedang, dan berat, sedangkan fungsi paru dinilai menggunakan parameter FEV₁, FVC, dan rasio FEV₁/FVC. Analisis dilakukan dengan uji Chi-square. Hasil menunjukkan fungsi paru tidak normal pada 19 responden dengan dominasi pola obstruktif (15 responden). Perokok berat lebih banyak pada kelompok fungsi paru tidak normal (10 orang), sedangkan fungsi paru normal didominasi perokok ringan (7 orang). Semakin tinggi derajat merokok, semakin besar risiko gangguan fungsi paru, terutama pola obstruktif.
Copyrights © 2026