Penelitian ini membahas konsep syukur dalam perspektif Imam al-Ghazali serta relevansinya bagi kehidupan penyandang disabilitas. Isu disabilitas kerap dihadapkan pada stigma sosial dan tekanan psikologis yang berdampak pada aspek spiritual individu. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan keagamaan yang humanis dan inklusif. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif bercorak filosofis dan sufistik. Sumber data primer berasal dari karya-karya Imam al-Ghazali, khususnya Ihya’ ‘Ulum al-Din dan Sabar dan Syukur, sedangkan sumber sekunder diperoleh dari buku dan artikel ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut al-Ghazali, syukur merupakan maqām spiritual yang terdiri dari tiga unsur utama, yaitu pengetahuan (ilmu), kondisi batin (hal), dan perbuatan (amal). Konsep syukur ini relevan bagi penyandang disabilitas karena mampu membangun penerimaan diri, ketenangan batin, serta ketahanan psikologis dalam menghadapi keterbatasan dan tekanan sosial. Selain itu, konsep syukur juga memiliki implikasi sosial dalam membangun sikap empati dan inklusivitas masyarakat terhadap penyandang disabilitas.
Copyrights © 2026