Abstract: Qur’anic learning in Madrasah Ibtidaiyah (Islamic elementary schools) often encounters challenges related to students’ low motivation and limited memorization ability, which are frequently associated with monotonous and teacher-centered instructional approaches. This study aims to analyze the implementation and effectiveness of the Ummi method in improving students’ engagement and Qur’anic learning outcomes. A qualitative case study approach was employed at MI Hidayatul Islam, Purwakarta, involving three certified Qur’an teachers, a tahfidz coordinator, and 20 early-grade students. Data were collected through interviews, observations, and document analysis, and analyzed using the Miles and Huberman interactive model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that the Ummi method enhances students’ active participation and memorization fluency through structured learning stages, including tartil, tahfidz, tahsin, and tahriim. The effectiveness of the method is supported by the integration of interactive visual media, rhythmic murottal recitation, narrative-based motivational strategies, individualized guidance, and a sharia-based reward system. These findings highlight the importance of combining structured pedagogical strategies with affective and collaborative learning environments to improve Qur’anic literacy among elementary-level students.Keywords: memorization learning; Qur’anic learning; Ummi method. Abstrak: Pembelajaran Al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah sering menghadapi tantangan berupa rendahnya motivasi belajar dan keterbatasan kemampuan hafalan siswa, yang umumnya dipengaruhi oleh pendekatan pembelajaran yang monoton dan berpusat pada guru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi dan efektivitas metode Ummi dalam meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar Al-Qur’an pada siswa sekolah dasar Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di MI Hidayatul Islam, Purwakarta. Subjek penelitian meliputi tiga guru Al-Qur’an bersertifikasi Ummi, seorang koordinator tahfidz, serta 20 siswa fase awal. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Ummi mampu meningkatkan partisipasi aktif dan kelancaran hafalan siswa melalui tahapan pembelajaran yang sistematis, yaitu tartil, tahfidz, tahsin, dan tahriim. Efektivitas metode ini didukung oleh penggunaan media visual-interaktif, murottal berirama, strategi motivasi berbasis narasi keislaman, bimbingan individual, serta sistem penghargaan berbasis nilai syariah. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi strategi pedagogis yang terstruktur dengan lingkungan belajar yang suportif dan kolaboratif dapat meningkatkan literasi Al-Qur’an pada siswa Madrasah Ibtidaiyah.Kata kunci: metode Ummi; pembelajaran Al-Qur’an; pembelajaran tahfidz.
Copyrights © 2026