Pesatnya transformasi digital di berbagai sektor telah membuka peluang besar sekaligus tantangan baru dalam menjaga keamanan informasi. Di tengah upaya pemerintah dan organisasi membangun infrastruktur digital yang kuat, faktor manusia masih menjadi titik lemah yang paling rentan terhadap serangan siber dan kebocoran data. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesadaran keamanan informasi masyarakat dengan mengintegrasikan Human Aspects of Information Security Questionnaire (HAIS-Q) dan Information Security Awareness (ISA) Model sebagai pendekatan mitigasi risiko siber. Model ini menyoroti tiga aspek utama perilaku keamanan digital, yaitu manajemen kata sandi (password management), penggunaan media sosial (social media usage), dan keamanan perangkat seluler (mobile device security), yang menggambarkan dimensi pengetahuan (knowledge), sikap (attitude), dan perilaku (behavior) pengguna. Penelitian ini melibatkan 112 responden aktif pengguna teknologi digital dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS). Integrasi HAIS-Q dan ISA Model dalam penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dan praktis untuk meningkatkan literasi keamanan informasi, sekaligus menempatkan pengguna sebagai aktor utama dalam upaya mitigasi risiko siber di era digital.
Copyrights © 2026