Penggunaan gadget yang berlebih pada remaja dapat berdampak terhadap kualitas tidur dan Kesehatan secara keseluruhan. Gangguan tidur pada remaja beresiko menimbulkan masalah fisik, psikologis, serta penurunan konsentrasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan durasi penggunaan gadget dan jenis kelamin dengan kejadian gangguan tidur pada remaja. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan penelitian korelasi menggunakan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 105 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan tektik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner durasi penggunaan gadget dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis statistik yang digunakan mencakup distribusi frekuensi untuk analisis univariat dan uji Chi-Square untuk analisis bivariat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hubungan durasi penggunaan gadget dengan kejadian insomnia pada remaja di SMK Negeri 62 Jakarta dengan sig. (2-tailed) p=0,013 lebih kecil dari nilai koefisien kolerasi a=0,05 maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hubungan jenis kelamin dengan gangguan tidur pada remaja di SMK Negeri 62 Jakarta dengan didapatkan data hasil sig. (2-tailed) p=0,000 lebih kecil dari nilai koefisien kolerasi a=0,05 maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Di mana remaja perempuan lebih banyak mengalami gangguan tidur dibandingkan remaja laki-laki. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa durasi penggunaan gadget dan jenis kelamin berhubungan dengan kejadian gangguan tidur pada remaja.
Copyrights © 2026