Pesawat ATR 72-600 merupakan pesawat turboprop yang banyak digunakan pada rute regional dengan frekuensi penerbangan tinggi, sehingga memerlukan sistem pemeliharaan yang andal dan efisien. Pendekatan maintenance konvensional berbasis inspeksi berkala memiliki keterbatasan dalam mendeteksi degradasi komponen secara dini dan berpotensi meningkatkan kejadian unscheduled maintenance. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab terjadinya unscheduled maintenance pada pesawat ATR 72-600 serta mengevaluasi peran sistem monitoring digital dalam mendukung optimasi strategi maintenance. Metode yang digunakan adalah Fault Tree Analysis (FTA) yang dikembangkan secara kualitatif dan kuantitatif melalui studi literatur terhadap jurnal ilmiah, manual teknis pesawat, dan laporan maintenance. Top event ditetapkan sebagai unscheduled maintenance, dengan kegagalan mesin, propeller, dan gearbox sebagai intermediate events. Analisis kuantitatif dilakukan menggunakan data probabilitas fiktif untuk mengestimasi kontribusi setiap basic event. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa probabilitas terjadinya unscheduled maintenance mencapai 0,55, dengan kegagalan mesin sebagai kontributor terbesar. Akar penyebab dominan meliputi abnormal vibration, overheating, lubrication loss, bearing wear, dan sensor degradation. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar kegagalan bersifat progresif dan dapat dideteksi lebih awal melalui sistem monitoring digital. Integrasi FTA kuantitatif dan monitoring digital mendukung penerapan condition-based maintenance yang lebih proaktif, sehingga berpotensi meningkatkan keandalan operasional, efisiensi perawatan, dan keselamatan penerbangan pesawat ATR 72-600.
Copyrights © 2025