Industri konstruksi memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi, namun masih menghadapi tingkat kecelakaan kerja yang tinggi, yang menunjukkan bahwa penerapan Safety Knowledge Management (SKM) belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model hubungan antara dimensi Safety Knowledge Management dan kinerja keselamatan konstruksi pada industri konstruksi di Indonesia. Dimensi SKM dalam penelitian ini meliputi proses knowledge management dan faktor pendukung knowledge management. Kinerja keselamatan diukur menggunakan indikator leading dan lagging. Pengumpulan data dilakukan melalui survei kuesioner terhadap 50 praktisi konstruksi, yang selanjutnya dianalisis menggunakan SPSS. Analisis data mencakup uji homogenitas, kecukupan data, validitas dan reliabilitas, korelasi, serta regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model hubungan yang dikembangkan antara dimensi Safety Knowledge Management dan kinerja keselamatan konstruksi mampu merepresentasikan secara sistematis interaksi antar faktor keselamatan yang kritis. Model ini juga dinilai dapat mendukung evaluasi keselamatan, pengambilan keputusan yang berbasis informasi, serta inisiatif perbaikan berkelanjutan. Oleh karena itu, model yang diusulkan dapat diterapkan sebagai kerangka penilaian awal untuk mengevaluasi efektivitas implementasi Safety Knowledge Management pada sektor konstruksi.
Copyrights © 2025