Pertanian memiliki banyak manfaat bagi masyarakat dan negara. Hal ini karena memiliki berbagai peran seperti penyedia pangan, pakan dan energi. Namun demikian, tingkat produktivitas pertanian Indonesia khususnya komoditas padi masih relatif lebih rendah dibandingkan negara produsen padi lainnya. Laporan FAO menyebutkan bahwa produktivias padi Indonesia berada diluar peringkat 30 besar dunia, yaitu sebesar 5,29 t/ha dibawah produktivitas Vietnam (6,11 t/ha), China (7,14 t/ha) terlebih lagi Australia (9,52 t/ha). Capaian produktivitas Indonesia tersebut terjadi karena berbagai kendala yang dihadapi seperti skala usaha kecil, degradasi lahan dan pestisida berlebihan, perubahan iklim, biaya logistik yang tinggi, serta ketidaktepatan dalam penanganan pascapanen dan pemasaran. Modernisasi pertanian merupakan langkah strategis sekaligus menawarkan solusi nyata terhadap tantangan sektor pertanian Indonesia. Modernisasi pertanian melalui teknologi digital, mekanisasi, Internet of Things (IoT), precision farming, dan smart farming menjadi solusi strategis untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi biaya, dan menarik minat generasi muda. Namun, tanpa regulasi dan roadmap yang jelas, transformasi berpotensi berjalan parsial dan tidak konsisten. Pengembangan pertanian modern kedepan kiranya perlu dilakukan secara holistik dan sinergi kolaboratif antar berbagai stakeholder.
Copyrights © 2026