Alih fungsi lahan pertanian yang terus meningkat telah menjadi ancaman struktural bagi ketahanan pangan nasional, sementara kebijakan yang ada masih didominasi oleh pendekatan makro melalui perlindungan lahan, impor pangan, dan pembangunan infrastruktur berskala besar. Pendekatan tersebut penting, namun belum secara memadai memperkuat kapasitas produksi pangan di tingkat rumah tangga dan komunitas kecil, yang justru merupakan lapisan awal dalam sistem ketahanan pangan nasional. Policy brief ini menyoroti adanya kesenjangan kebijakan dalam pengakuan dan pengelolaan infrastruktur pangan mikro, seperti sistem penyediaan air skala kecil, sarana budidaya pekarangan, dan fasilitas pascapanen sederhana, yang selama ini diposisikan sebagai aktivitas swadaya dan belum terlembagakan. Berdasarkan tinjauan literatur dan praktik yang telah berkembang, tulisan ini menegaskan bahwa infrastruktur mikro memiliki peran strategis sebagai resilience buffer terhadap gangguan pasokan, fluktuasi harga, dan ketidakpastian iklim. Oleh karena itu, ketahanan pangan skala kecil perlu direposisi sebagai isu kebijakan infrastruktur publik melalui pengakuan formal, standardisasi teknis adaptif, serta skema pembiayaan dan bimbingan teknis berbasis komunitas yang terintegrasi.
Copyrights © 2026