Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh job burnout, work overload, dan kondisi lingkungan kerja terhadap turnover intention dengan stres kerja sebagai variabel intervening pada gen Z di industri pabrik wilayah Yogyakarta. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan yang bekerja sebagai operator produksi dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden yang diperoleh menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner secara langsung menggunakan Google Form dan dianalisis menggunakan SmartPLS 4 VERSI 4.0. Hasil analisis menunjukkan bahwa job burnout berpengaruh positif terhadap turnover intention sebesar 0,251, work overload sebesar 0,302, dan kondisi lingkungan kerja sebesar 0,267. Selain itu, job burnout berpengaruh positif terhadap stres kerja sebesar 0,247, work overload sebesar 0,335, dan kondisi lingkungan kerja sebesar 0,427. stres kerja juga berpengaruh positif terhadap turnover intention sebesar 0,282. Hasil pengujian mediasi menunjukkan bahwa stres kerja mampu memediasi pengaruh job burnout terhadap turnover intention sebesar 0,069, memediasi pengaruh work overload sebesar 0,120, serta memediasi pengaruh kondisi lingkungan kerja sebesar 0,095. Penelitian selanjutnya dapat memperdalam analisis faktor-faktor lain yang mempengaruhi turnover intention dan melakukan penelitian di sektor lain, guna melihat apakah hasil yang serupa terjadi diluar industri penelitian ini.
Copyrights © 2026