Artikel ini bertujuan mengonstruksi kerangka metodologis penelitian tafsir lisan di Indonesia serta menerapkannya pada penafsiran lisan Muhammad Sya’roni Ahmadi. Penelitian ini menggunakan metode kajian kepustakaan (library research) dengan sumber data berupa literatur terkait metodologi penelitian tafsir di Indonesia dan penafsiran Muhammad Sya’roni Ahmadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir lisan dapat dianalisis melalui beberapa aspek metodologis, yaitu metode tafsir, corak tafsir, sistematika dan bentuk penyajian, gaya penyampaian, ruang publikasi, serta identitas sosial penafsir. Selain itu, substansi tafsir lisan dapat ditelaah melalui ciri kelisanan, analisis tanzi>li>, dan analisis wacana. Penafsiran Muhammad Sya’roni Ahmadi terhadap QS. Al-Mumtahanah [60]: 8–9 menampilkan ciri kelisanan melalui penggunaan bahasa Jawa dan kisah Raden Rahmat, Raden Patah, serta Raja Brawijaya sebagai bentuk kedekatan dengan audiens. Kisah tersebut menunjukkan gerak tanzil yang bersifat tasrih (jelas) dan kulli (holistik), sekaligus menyampaikan pesan agar umat Islam menampilkan sikap ramah terhadap non-Muslim.
Copyrights © 2025