Di tengah percepatan transformasi digital global, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia menghadapi tantangan ganda: adaptasi terhadap perubahan perilaku konsumen yang didorong oleh teknologi dan kebutuhan untuk mengintegrasikan Artificial Intelligence (AI) guna efisiensi operasional. Makalah ini melaporkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan kapasitas digital UMKM melalui implementasi strategi pemasaran omnichannel dan adopsi alat berbasis AI. Berdasarkan analisis situasi tahun 2025, di mana penetrasi internet mencapai 80,66% dan pengguna media sosial menembus 180 juta jiwa, program ini merancang intervensi yang berfokus pada transisi dari pemasaran konvensional ke ekosistem digital terintegrasi. Metodologi pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang mencakup tahap pemetaan aset, pelatihan intensif penggunaan platform TikTok dan alat AI generatif, serta pendampingan berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada indeks literasi digital mitra sebesar 45% dan pertumbuhan omzet rata-rata 30% pasca-intervensi. Temuan kunci mengindikasikan bahwa penggunaan konten video vertikal berbasis retensi dan personalisasi layanan pelanggan menggunakan AI merupakan faktor determinan utama dalam meningkatkan daya saing UMKM. Laporan ini merekomendasikan model pendampingan hibrida sebagai standar baru dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat di era digital.
Copyrights © 2026