ABSTRACT This study aims to describe the challenges faced by Islamic Education (PAI) students in their academic journey toward teacher professionalism, particularly regarding the phenomenon of overthinking, which often arises as a form of anxiety and self-doubt. Using a qualitative method with a phenomenological approach, the research explores the experiences of seven PAI students from the 2021 cohort at UIN Raden Intan Lampung through interviews, observations, and documentation, and analyzes them thematically to uncover the essential meaning of their experiences. The findings reveal that overthinking negatively affects productivity, emotional stability, and self-confidence, yet simultaneously serves as a medium for building resilience and mental toughness. The strategies employed by students to manage overthinking include integrating psychological and spiritual approaches, such as strengthening Islamic values and fostering a supportive academic environment. These findings affirm that Islamic higher education plays a crucial role in shaping professional PAI teachers, not only through mastery of knowledge but also through psychological and spiritual balance that supports the development of character, exemplary conduct, and readiness to face the dynamics of the educational world. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tantangan mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam proses akademik menuju profesionalisme guru, khususnya terkait fenomena overthinking yang kerap muncul sebagai bentuk kecemasan dan keraguan diri. Dengan menggunakan metode kualitatif berpendekatan fenomenologi, penelitian ini menggali pengalaman tujuh mahasiswa PAI angkatan 2021 UIN Raden Intan Lampung melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis secara tematik untuk menemukan makna esensial dari pengalaman mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa overthinking berdampak pada penurunan produktivitas, kestabilan emosional, dan kepercayaan diri, namun sekaligus menjadi sarana pembentukan resiliensi dan ketangguhan mental. Strategi pengelolaan overthinking yang dilakukan mahasiswa meliputi integrasi pendekatan psikologis dan spiritual, seperti penguatan nilai-nilai Islam, serta dukungan lingkungan akademik yang kondusif. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan tinggi Islam berperan penting dalam membentuk guru PAI yang profesional, tidak hanya melalui penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga melalui keseimbangan psikologis dan spiritual yang mendukung pembentukan karakter, keteladanan, dan kesiapan menghadapi dinamika dunia pendidikan.
Copyrights © 2026