Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan dan mengukur efektivitas pembelajaran berbasis proyek kehidupan hewan dalam meningkatkan keterampilan sains anak usia dini di TK Tunas Bangsa. Latar belakang penelitian menunjukkan bahwa keterampilan sains anak masih kurang optimal karena metode pembelajaran yang cenderung pasif dan berpusat pada guru. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 14 anak kelompok B (usia 5-6 tahun) di TK Tunas Bangsa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan rubrik penilaian. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan sains anak. Pada pra-siklus, rata-rata nilai keterampilan sains anak adalah 37,57% (Belum Berkembang). Setelah Siklus I (fokus pada siklus hidup kupu-kupu), nilai rata-rata meningkat menjadi 71,5% (Berkembang Sesuai Harapan). Meskipun ada kemajuan, ditemukan kendala seperti kurangnya alat individual dan anak yang masih malu. Pada Siklus II (fokus pada siklus hidup katak), perbaikan dilakukan dengan menyediakan alat individual dan motivasi yang lebih intensif, sehingga nilai rata-rata mencapai 96,43% (Berkembang Sangat Baik), melampaui target keberhasilan 85%. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa penerapan pembelajaran berbasis proyek kehidupan hewan sangat efektif dalam meningkatkan keterampilan sains anak usia dini, khususnya dalam kemampuan mengamati, mengklasifikasikan, dan mengomunikasikan. Metode ini menciptakan pengalaman belajar yang aktif, menyenangkan, dan bermakna, serta mendorong pengembangan berpikir ilmiah sejak dini.
Copyrights © 2026