In the Chinese Confucian tradition, there is a ritual of praying and offering food to the gods and deceased ancestors. After all the rituals, the food offerings are then eaten with family, this is what is called Xiang Peng. This tradition has given rise to debate, both among Christians whose families still adhere to Confucianism, and among Christians who receive the food offerings. Many studies have discussed whether believers are permitted to eat food offerings or not, but this study will discuss a different issue, namely if believers are not permitted to eat offerings, then should the food be thrown away or can be given to others in need. This study uses an inductive qualitative method through literature review plus interviews with competent sources who understand the essence of the Xiang Peng ritual. It is hoped that through this research, believers will no longer experience dilemmas in handling food offerings. Abstrak Dalam tradisi masyarakat Tionghoa berkepercayaan Konghucu, ada ritual sembahyang dan mempersembahkan makanan yang ditujukan pada dewa dan leluhur yang sudah meninggal. Setelah semua ritual, makanan persembahan yang disajikan itu kemudian dimakan bersama keluarga dan teman, inilah yang disebut Xiang Peng. Tradisi ini memunculkan perdebatan, di pihak orang Kristen yang keluarganya masih menganut Konghucu, maupun orang Kristen yang diberi makanan persembahan tersebut. Banyak penelitian yang membahas apakah orang percaya diperkenankan memakan makanan persembahan atau tidak, namun penelitian ini akan membahas hal yang berbeda, yang berkaitan dengan etika biblika, yaitu jika memang orang percaya tidak diperbolehkan untuk memakan makanan persembahan, maka haruskah makanan tersebut dibuang atau boleh diberikan kepada orang lain yang membutuhkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif induktif melalui studi pustaka ditambah wawancara dengan narasumber yang kompeten dan mengerti esensi dan makna ritual Xiang Peng ini. Diharapkan melalui penelitian ini, orang percaya tidak lagi mengalami dilema dalam memperlakukan makanan persembahan.
Copyrights © 2026