Seiring meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya keberlanjutan lingkungan, pemanfaatan limbah menjadi salah satu fokus utama dalam penelittian material. Limbah tulang sangat melimpah di Indonesia, khususnya tulang hewan. Limbah tulang hewan seringkali dianggap sebagai limbah yang tidak memiliki nilai ekonomis dan hanya di buang. Karena dibuang, limbah tulang hewan berpotensi menyebabkan pencemaran lingkungan. Namun, seiring meningkatnya kesadaran terhadap keberlanjutan dan pemanfaatan sumber daya alam, potensi pemanfaatan limbah ini mulai mendapatkan perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat mekanik (kekerasan dan konduktivitas termal) komposit campuran resin epoxy dan tulang sapi. Penelitian ini dibuat dengan metode eksperimental dengan memvariasi partikel serbuk tulang hewan yaitu 5%, 10% dan 15%. Setelah dilakukan beberapa pengujian untuk mengetahui karakterisasi dari setiap variasi yang telah ditetapkan, maka didapatkan bahwa nilai hasil kekerasan tertinggi pada komposit hibrida partikel tulang sapi didapatkan pada fraksi volume 15% yaitu sebesar 64,94 HD. Sedangkan nilai kekerasan terendah didapatkan pada fraksi volume 5% dengan nilai 63,63 HD. Semakin meningkatnya volume partikel tulang sapi yang digunakan maka diikuti dengan menurunnya nilai konduktivitas termal. Nilai konduktivitas termal paling rendah dalam penelitian ini didapatkan dari fraksi volume partikel tulang sapi 15% dengan nilai rata-rata 0,1309 k(W/mC), dan nilai konduktivitas tertinggi didapat pada komposit hibrida partikel tulang sapi dengan fraksi volume 5% dengan nilai rata-rata 0,0785 k(W/mC). Keywords: Tulang sapi, Epoxy, Kekerasan, Konduktivitas termal.
Copyrights © 2026