Penggunaan fiberglass memiliki beberapa keunggulan seperti ringan, memiliki struktur yang kuat, dan memadat setelah melewati proses kimiawi dengan menggunakan bahan resin dan katalis, sehingga memungkinkan zat cairnya menjangkau bagian dalam material yang akan ditutupi selama proses kimiawi. Pada penelitian ini menggunakan tiga variabel bebas yaitu 6% serat nanas, 14% fiberglass, 80% resin, 10% serat nanas, 10% fiberglass, 80% resin dan 14% serat nanas, 6% fiberglass, 80% resin. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah Dari hasil pengujian, nilai kekuatan tarik mengalami peningkatan dari setiap variasi serat nanas 6%, 10% dan 14% terhadap nilai kekuatan tarik secara berturut-turut ialah 3,78 Kgf/mm2, 4,44 Kgf/mm2 dan 5,57 Kgf/mm2, hal ini dikarenakan ikatan antara serat nanas dengan matriks sempurna. Dari hasil pengujian, nilai kekuatan bending mengalami penurunan seiring dengan bertambahnya serat nanas hal ini dipengaruhi oleh void serta teradinya debounding (lepasnya ikatan antara serat dengan matriks). Kata kunci: Fiberglass, resin, void, dan debounding
Copyrights © 2026