Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi dan tingkat kerusakan perkerasan pada ruas Jalan Passo–Tulehu. Pengumpulan data dilakukan melalui survei langsung di lapangan sepanjang 2000 m dengan pembagian segmen pengamatan setiap 100 m. Penilaian kondisi jalan dilakukan menggunakan metode Bina Marga dengan mengidentifikasi berbagai jenis kerusakan seperti alligator cracking, bleeding, block cracking, corrugation, depression, edge cracking, serta potholes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kerusakan yang paling dominan pada ruas jalan tersebut adalah retak buaya, lubang, pengelupasan butiran, dan tambalan. Berdasarkan hasil penilaian kondisi jalan, nilai kerusakan pada segmen 1 dan segmen 2 masing-masing sebesar 5, segmen 3 sebesar 16, segmen 6 sebesar 16, segmen 7 sebesar 6, dan segmen 8 sebesar 16. Nilai tersebut menunjukkan bahwa beberapa segmen jalan berada pada kondisi kerusakan sedang hingga cukup tinggi sehingga memerlukan penanganan pemeliharaan berkala. Selain itu, hasil pengamatan lalu lintas menunjukkan total volume kendaraan sebesar 2330 kendaraan per hari yang turut berkontribusi terhadap percepatan kerusakan perkerasan jalan. Kerusakan jalan pada ruas Passo–Tulehu dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain beban lalu lintas, kualitas material konstruksi, kondisi cuaca, serta kurang optimalnya kegiatan pemeliharaan jalan.
Copyrights © 2026