Ilmu Kimia Pangan berperan penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap komponen kimia dalam pangan yang berdampak pada kesehatan, termasuk senyawa prebiotik sebagai bagian dari pangan fungsional. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai prebiotik serta memperkenalkan jus buah prebiotik sebagai alternatif minuman sehat berbasis bahan lokal. Sasaran kegiatan adalah remaja dan orang tua di Desa Gilang, Sidoarjo. Metode yang digunakan berupa pelatihan yang mencakup penyuluhan materi dan demonstrasi pembuatan jus berbahan dasar pisang ambon dan buah naga merah sebagai sumber prebiotik alami, dengan desain one-group pretest-posttest. Data dikumpulkan melalui angket pretest untuk mengukur pengetahuan awal serta uji hedonik skala 1–5 untuk menilai penerimaan organoleptik produk. Hasil menunjukkan bahwa hanya 16% peserta memahami konsep dasar prebiotik, sementara 84% mampu menyebutkan contoh sumbernya. Setelah intervensi, terjadi peningkatan pemahaman peserta, dan uji hedonik menunjukkan tingkat penerimaan tinggi, terutama pada aspek warna (80%) dan rasa (60%). Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan literasi gizi masyarakat mengenai pentingnya prebiotik bagi kesehatan pencernaan. Selain itu, produk jus prebiotik berbasis buah lokal menunjukkan tingkat penerimaan yang baik, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai alternatif minuman sehat yang mudah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Secara lebih luas, penelitian ini memberikan dampak positif terhadap penguatan edukasi pangan fungsional di tingkat komunitas, mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai sumber prebiotik alami, serta mendukung upaya promotif dan preventif dalam peningkatan kesehatan masyarakat melalui pendekatan berbasis sains dan praktik langsung.
Copyrights © 2025