Skizofrenia merupakan gangguan jiwa yang kompleks dan sering terjadi pada fase remaja akhir hingga dewasa awal. Penanganan skizofrenia dianjurkan dengan monoterapi antipsikotik. Namun pada praktiknya penggunaan kombinasi antipsikotik lebih banyak digunakan untuk meningkatkan efektivitas terapi. Kombinasi yang umum digunakan yaitu klozapin-olanzapin dan klozapin-risperidon. Penggunaan klozapin sebagai terapi antipsikotik tambahan pada pasien skizofrenia diindikasikan untuk mengatasi gangguan tidur. Olanzapin dan Risperidon merupakan antipsikotik atipikal namun memiliki mekanisme kerja yang berbeda. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan efektivitas terapi kombinasi klozapin-olanzapin dengan klozapin-risperidon pada pasien skizofrenia. Penelitian ini dilakukan mengikuti rancangan penelitian observasional analitik, pendekatan pengambilan data secara kohort retrospektif dengan total sampel 74 pasien. Data dikumpulkan dari rekam medik pasien terkait skor PANSS-EC dan lama rawat inap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas terapi berdasarkan penurunan skor PANSS-EC untuk klozapin-olanzapin 44.73% dan klozapin-risperidon 47.91% tidak berbeda signifikan dengan nilai p 0.520. Hasil penilaian efektivitas berdasarkan lama rawat inap dengan durasi ≤15 hari menunjukkan hasil jumlah pasien kelompok klozapin-olanzapin 37.48% dan kelompok klozapin-risperidon sebanyak 48.65% yang tidak berbeda secara signifikan dengan nilai p 0.348. Kesimpulannya, efektivitas antara klozapin-olanzapin dengan klozapin-risperidon tidak berbeda secara signifikan.
Copyrights © 2026