Demam tifoid merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh Salmonella typhi dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Pada beberapa kasus, infeksi ini dapat menimbulkan komplikasi pada sistem pernapasan seperti bronkopneumonia, yang memperburuk kondisi klinis pasien terutama pada anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan terapi farmakologis pada pasien pediatrik dengan diagnosis demam tifoid disertai bronkopneumonia di RSUD Tombulilato, Provinsi Gorontalo. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasional retrospektif dengan pendekatan studi kasus terhadap satu pasien anak laki-laki berusia 1 tahun 3 bulan yang dirawat pada Agustus 2024. Data diambil dari rekam medis pasien yang mencakup hasil pemeriksaan klinis, laboratorium, dan radiologi, serta regimen terapi yang diberikan selama perawatan. Hasil menunjukkan bahwa terapi kombinasi ceftriaxone dan gentamicin sebagai antibiotik utama, disertai paracetamol sebagai antipiretik dan dexamethasone sebagai antiinflamasi, efektif dalam memperbaiki kondisi klinis pasien. Gejala demam dan sesak napas membaik setelah lima hari perawatan. Evaluasi menunjukkan kesesuaian terapi dengan pedoman nasional, namun ditemukan anemia ringan yang belum mendapat intervensi spesifik. Kesimpulan dari studi ini menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap terapi antibiotik dan pemantauan kondisi hematologi dalam penanganan demam tifoid dengan komplikasi bronkopneumonia pada anak.
Copyrights © 2026