Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang paling sering terjadi di seluruh dunia dan menjadi faktor risiko utama penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Hipertensi didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah yang persisten hingga mencapai atau melebihi 140/90 mmHg. Kondisi ini sering disebut sebagai silent killer karena umumnya tidak menimbulkan gejala pada tahap awal, namun dapat menyebabkan kerusakan organ yang serius dalam jangka panjang. WHO menekankan bahwa faktor risiko hipertensi meliputi pola makan tinggi garam, kurang aktivitas fisik, obesitas, konsumsi alkohol berlebihan, dan stres. Sementara itu, UNICEF menyoroti bahwa beban hipertensi tidak hanya berdampak pada individu dewasa, namun juga memberikan pengaruh pada kesehatan keluarga, terutama jika terjadi pada orang tua yang menjadi penanggung jawab kesejahteraan anak. Dampak hipertensi menurut WHO meliputi komplikasi seperti penyakit kardiovaskular, stroke, gangguan ginjal, serta penurunan kualitas hidup akibat gejala kronis dan pengobatan jangka panjang. Selain itu, beban ekonomi akibat penanganan medis dan kehilangan produktivitas turut menambah dampak jangka panjang pada masyarakat. Dengan memahami faktor risiko, pencegahan, dan konsekuensi hipertensi, diharapkan upaya promotif dan preventif dapat ditingkatkan guna menurunkan angka kejadian dan komplikasi penyakit ini.
Copyrights © 2026