Pengelolaan limbah organik rumah tangga menjadi tantangan utama di wilayah dengan kapasitas TPA terbatas. Studi ini mendeskripsikan penerapan aplikasi seluler “Mobile Kompos Unair” sebagai alat bantu edukasi dan monitoring proses pengomposan pada tingkat rumah tangga di Desa Karangdiyeng, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Intervensi dirancang melalui rangkaian kegiatan sosialisasi, paparan materi dasar kompos (alami vs buatan, bahan layak/tidak layak, langkah operasional, pengendalian bau/kelembapan), simulasi penggunaan aplikasi, serta pendampingan praktik. Evaluasi dilakukan menggunakan pre–post test (15 butir) dan kuesioner umpan balik berbasis Likert pada delapan indikator pelaksanaan. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan: rata-rata skor naik 19,11 poin (dari 75,56 menjadi 94,67), dengan 14 dari 15 peserta mengalami kenaikan; perbaikan terbesar tampak pada pemahaman definisi kompos, pemilahan bahan, dan indikator kematangan. Umpan balik peserta didominasi penilaian baik–sangat baik untuk aspek fasilitas, layanan, kualitas materi, pengaturan waktu, pemilihan waktu, dan publikasi, yang mengindikasikan kesesuaian pendekatan dan materi. Luaran mencakup soft product (aplikasi mobile dengan fitur panduan langkah, penjadwalan–notifikasi, checklist, dan pencatatan sederhana) serta materi edukasi siap pakai. Temuan mengindikasikan bahwa kombinasi edukasi tatap muka dan aplikasi mobile membantu standarisasi praktik, meningkatkan kedisiplinan proses, dan menurunkan potensi salah prosedur.
Copyrights © 2026