Pembangunan Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS) di Gunungkidul memotong formasi batugamping dengan geometri lereng tinggi dan curam yang berpotensi mengalami ketidakstabilan akibat proses pelapukan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh tingkat pelapukan terhadap stabilitas lereng menggunakan pendekatan nilai indeks durabilitas. Metode penelitian meliputi pengujian laboratorium untuk menentukan sifat fisik dan mekanik batuan (kuat tekan uniaksial dan kuat geser), uji slake durability berdasarkan standar ISRM untuk klasifikasi tingkat pelapukan, serta pemodelan numerik metode elemen hingga menggunakan Rocscience RS2 untuk analisis stabilitas. Hasil menunjukkan sampel batugamping dari STA 0+700 dan STA 3+800 termasuk kelas pelapukan II (slightly weathered) dengan indeks durabilitas 96,18-96,75%. Nilai SRF bervariasi: STA 0+700 sebesar 4,62; STA 3+800A sebesar 2,14; dan STA 3+800B sebesar 3,46. Penurunan nilai indeks durabilitas menyebabkan penurunan nilai SRF, menunjukkan bahwa pelapukan mempengaruhi stabilitas lereng batugamping. Selain itu kestabilan lereng juga dipengaruhi oleh parameter kuat geser efektif dan kondisi massa batuan, sehingga penilaian kestabilan lereng menggunakan pendekatan indeks durabilitas perlu dianalisis bersama hasil uji mekanik dan model numerik.
Copyrights © 2025