Keterlambatan perkembangan motorik halus pada anak prasekolah dapat berdampak pada kesiapan mereka untuk belajar dan kemampuan mereka untuk mandiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana permainan puzzle memengaruhi perkembangan motorik halus anak-anak berusia lima hingga enam tahun. Penelitian ini dilakukan menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan kelompok kontrol non-ekuivalen dan dilakukan di Taman Kanak-Kanak Pembina Kota Palu dari April hingga Mei 2025. Sampel penelitian terdiri dari 32 partisipan yang dibagi secara merata ke dalam kelompok intervensi (n = 16) dan kelompok kontrol (n = 16), yang dipilih melalui teknik stratified random sampling dengan menggunakan sistem undian. Denver Developmental Screening Test II (DDST II) digunakan untuk melakukan penilaian perkembangan motorik halus. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok intervensi dengan kategori perkembangan normal sebesar 81,3% dibandingkan dengan kelompok kontrol sebesar 31,3%. Kelompok intervensi memiliki nilai p = 0.001, sedangkan kelompok kontrol memiliki nilai p = 0,083 (p < 0.05). Berdasarkan hasil penelitian, aktivitas bermain puzzle pada anak-anak prasekolah berusia lima hingga enam tahun memberikan dampak yang signifikan terhadap perkembangan keterampilan motorik halus mereka.
Copyrights © 2026