Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena quarter-life crisis yang banyak dialami oleh individu pada masa dewasa awal. Quarter-life crisis ditandai dengan perasaan cemas, kebingungan arah hidup, dan ketidakpastian masa depan. Faktor internal seperti self-determination serta faktor eksternal seperti social-support diduga berperan dalam memengaruhi tingkat quarter-life crisis pada individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-determination dan social-support dengan quarter-life crisis pada dewasa awal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan metode cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 122 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner self-report yang mengukur tingkat self-determination, social-support, dan quarter-life crisis. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman untuk melihat hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-determination dan social-support memiliki hubungan yang signifikan negatif dengan quarter-life crisis. Semakin tinggi self-determination dan social-support yang dimiliki individu, maka semakin rendah tingkat quarter-life crisis yang dialami. Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor internal dan eksternal berperan penting dalam membantu individu dewasa awal menghadapi fase quarter-life crisis.
Copyrights © 2026