Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) menggunakan pendekatan regresi spline linier terpotong nonparametrik. Data yang digunakan merupakan data sekunder cross-section dari 34 provinsi di Indonesia pada tahun 2024, dengan variabel prediktor berupa Indeks Pemberdayaan Gender, Indeks Kebebasan Pers, dan Indeks Pembangunan Manusia. Pemilihan model dilakukan menggunakan kriteria Generalized Cross Validation (GCV) untuk menentukan jumlah dan posisi knot yang optimal. Hasil analisis menunjukkan bahwa model terbaik diperoleh dengan tiga titik knot, menghasilkan nilai GCV sebesar 6,79 dan koefisien determinasi (R²) sebesar 89,37 persen. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan nonlinier antara variabel prediktor dan IDI. Indeks Pemberdayaan Gender memberikan pengaruh positif pada tingkat rendah hingga menengah, namun berubah menjadi negatif pada tingkat yang lebih tinggi. Indeks Kebebasan Pers menunjukkan pengaruh positif pada tingkat rendah tetapi cenderung negatif setelah melewati titik tertentu. Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia memberikan pengaruh positif yang konsisten terhadap IDI. Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas demokrasi di Indonesia dipengaruhi oleh dinamika sosial dan institusional yang kompleks.
Copyrights © 2026