RW 04 Kelurahan Kapuk Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara merupakan kawasan permukiman dengan tingkat kepadatan tinggi yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap air bersih serta sistem sanitasi yang belum memenuhi standar. Sanitasi yang layak memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan masyarakat dan merupakan salah satu sasaran utama Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan ke-6. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh sikap, norma subjektif, dan persepsi pengendalian perilaku terhadap niat masyarakat dalam meningkatkan akses air bersih berdasarkan pendekatan Theory of Planned Behavior (TPB). Pengumpulan data dilakukan melalui survei kuesioner dan observasi lapangan terhadap 71 responden, dengan analisis statistik menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel utama TPB memiliki pengaruh yang signifikan terhadap niat masyarakat dalam pemenuhan akses air bersih. Selain itu, faktor sosial ekonomi, terutama tingkat pendidikan dan pendapatan, turut berkontribusi dalam membentuk perilaku masyarakat. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian ini merekomendasikan penerapan teknologi tepat guna berupa pemanenan air hujan, biofilter sederhana, serta sistem IPAL komunal berbasis masyarakat sebagai upaya peningkatan akses air bersih dan sanitasi yang berkelanjutan di kawasan permukiman padat.
Copyrights © 2026