Penelitian ini difokuskan untuk mengidentifikasi potensi kegagalan dalam proses produksi furniture serta upaya perbaikan peningkatan kualitas produk di PT XYZ, khususnya pada bagian laminasi. Informasi yang dianalisis dalam penelitian ini diperoleh dari sumber data utama maupun pendukung yang riperoleh melalui pengamatan langsung, wawancara, serta dokumentasi yg relevan. Teknik analisis yang digunakan Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) yang dikelola dengan Microsoft Word untuk mengevaluasi tingkat risiko dari setiap jenis cacat. Hasil peneltian mengindikasikan tiga jenis cacat utama berdasarkan perhitungan RPN 249, dan cacat gores dengan RPN 150. Penyebab utama dari terjadinya cacat produk dipengaruhi oleh empat pemicu utama yakni SDM, peralatan, bahan baku dan prosedur. Implementasi saran perbaikan yang dihasilkan dari FMEA menunjukkan adanya pengurangan jumlah cacat produk pada bulan berikutnya. Dengan demikian, metode FMEA terbukti efektif sebagai dasar sebagai dasar pengontrolan dan peningkatan kualitas produk furniture di PT XYZ.
Copyrights © 2026