Ketidakpastian permintaan merupakan permasalahan utama dalam pengendalian persediaan karena dapat menimbulkan risiko kelebihan maupun kekurangan stok. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan peramalan permintaan serta menentukan safety stock dan reorder point dengan mempertimbangkan ketidakpastian permintaan pada 45 jenis barang di PT XYZ. Data yang digunakan berupa data historis permintaan bulanan. Metode peramalan yang digunakan adalah ARIMA dengan evaluasi akurasi berdasarkan MAPE. Hasil peramalan menunjukkan nilai MAPE berada pada rentang 11,4% hingga 132,2%, yang menandakan variasi tingkat akurasi antar barang. Sebanyak 17 barang (37,8%) memiliki nilai MAPE ≤ 30%, sedangkan 28 barang (62,2%) memiliki nilai MAPE > 30% yang menunjukkan tingkat akurasi rendah. Hal ini menunjukkan bahwa metode ARIMA belum efektif untuk seluruh jenis barang, khususnya pada barang dengan pola permintaan yang sangat fluktuatif. Hasil peramalan kemudian digunakan sebagai dasar perhitungan SS dan ROP dengan mempertimbangkan deviasi permintaan dan lead time. Nilai SS berada pada rentang 0 hingga 389 unit, sedangkan nilai ROP berada pada rentang 1 hingga 2360 unit. Penerapan SS dan ROP ini mampu mendukung pengendalian persediaan yang lebih terstruktur dan berbasis data.
Copyrights © 2026