Limbah cair yang terbentuk dari industri kecap memiliki kandungan bahan organik berlebih yang dapat berdampak negatif terhadap kualitas perairan, sehingga diperlukan teknologi pengolahan yang efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) menggunakan media alternatif biochar tongkol jagung dibandingkan media konvensional Kaldnes K3, serta pengaruh variasi Hydraulic Retention Time (HRT) dan volume media dalam pengolahan limbah cair industri kecap. Penelitian dilakukan dengan sistem MBBR anoksik–oksik menggunakan variasi HRT 8, 12, dan 24 jam serta volume media 20% (1 L) dan 30% (1,5 L). Hasil penelitian menunjukkan bahwa media biochar memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan Kaldnes K3, di mana pada kondisi optimum (volume media 1,5 L dan HRT 24 jam) konsentrasi COD dan BOD dapat diturunkan masing-masing hingga 146,67 mg/L dan 115,87 mg/L, lebih rendah dibandingkan media Kaldnes K3 pada kondisi yang sama dengan nilai COD 293,33 mg/L dan BOD 231,73 mg/L. Media biochar juga menunjukkan efisiensi penyisihan TN yang lebih tinggi dengan nilai terendah 11,2 mg/L, serta stabilitas TSS dan TDS yang lebih baik.
Copyrights © 2026