Salah satu limbah organik yang masih jarang dimanfaatkan sebagai produk bernilai jual yaitu kulit sukun. Kulit sukun mengandung beberapa senyawa organik yang dapat dimanfaatkan salah satunya selulosa. Oleh karena itu, selulosa yang terkandung dalam kulit sukun berpotensi menjadi bahan baku dalam pembuatan asam oksalat. Penelitian ini dilakukan dengan membuat asam oksalat sesuai SNI (Standar Nasional Indonesia) dari kulit sukun dengan metode peleburan alkali. Metode dalam penelitian ini dibagi menjadi preparasi sampel, peleburan alkali, pengendapan, pengasaman, dan pengkristalan. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu konsentrasi NaOH (2N; 2,5N; 3N; 3,5N; 4N) dan kecepatan putaran pengadukan (300 rpm; 400 rpm; 500 rpm; 600 rpm; 700 rpm). Dari hasil penelitian didapatkan asam oksalat sintesis terbaik pada konsentrasi NaOH 3,5N dan kecepatan putaran pengadukan 700 rpm dengan yield sebesar 63,1654% dan kemurnian sebesar 97,88%. Asam oksalat sintesis yang dihasilkan memiliki titik leleh sebesar 189°C dan pH sebesar 1,19. Secara organoleptik, asam oksalat sintesis yang dihasilkan memiliki bentuk serbuk halus, berwarna putih, dan tidak berbau.
Copyrights © 2026