Tanaman binahong dikenal memiliki berbagai aktivitas farmakologis, termasuk antiinflamasi, antibakteri, dan antioksidan, yang terutama berasal dari kandungan senyawa fenol dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penetrasi gel ekstrak binahong (Anredera scandens) menggunakan metode sel difusi Franz. Pengujian dilakukan untuk menentukan nilai fluks gel ekstrak binahong sebagai dasar penilaian efektivitasnya sebagai agen terapeutik topikal. Uji menunjukkan bahwa jumlah kumulatif senyawa fenol (Q) meningkat secara progresif selama 120 menit, menandakan sifat difusi yang bersifat kumulatif. Pada tahap awal, fluks tertinggi sebesar 0,167 µg/cm²·menit dicapai pada menit ke-20, yang dipengaruhi oleh perbedaan konsentrasi senyawa antara fase donor dan fase reseptor. Nilai fluks pada menit ke-20, 40, 60, 80, dan 120 berturut-turut adalah 0,1670; 0,0867; 0,0087; 0,0025; 0,0234; dan 0,0043 µg/cm²·menit. Fluktuasi fluks, terutama pada menit ke-80 hingga 100, diduga disebabkan oleh redistribusi senyawa aktif dari bagian dalam gel ke permukaan. Profil fluks ini sesuai dengan teori difusi pasif, namun kestabilannya terganggu karena tidak digunakan bahan enhancer penetrasi. Temuan ini menunjukkan bahwa gel ekstrak binahong memiliki potensi sebagai sediaan topikal untuk mendukung aktivitas farmakologis tanaman, meskipun formulasi lebih lanjut diperlukan untuk meningkatkan kestabilan dan laju penetrasinya.
Copyrights © 2026