Masalah sampah plastik menjadi tantangan lingkungan yang semakin serius, tidak hanya di daerah perkotaan tetapi juga di daerah pedesaan, termasuk Desa Meat, Kecamatan Tampahan. Praktik pengelolaan sampah konvensional, seperti pembakaran dan pembuangan sembarangan, menunjukkan rendahnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam perlindungan lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan strategi pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan ecobrick sebagai solusi alternatif untuk mengurangi sampah plastik. Metode yang digunakan meliputi ceramah, demonstrasi, dan praktik pembuatan ecobrick secara langsung, serta evaluasi melalui tes pra dan pasca untuk mengukur pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang bahaya sampah plastik dan konsep 3R (kurangi, gunakan kembali, daur ulang), dengan lebih dari 50% peserta mengalami peningkatan skor pemahaman mereka. Pelatihan ecobrick dianggap efektif sebagai alat pendidikan dan langkah awal dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat. Meskipun perubahan perilaku belum sepenuhnya terwujud secara konsisten, kegiatan ini telah meletakkan dasar penting untuk pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Dengan pendampingan dan dukungan berkelanjutan dari pemerintah desa, ecobrick berpotensi menjadi strategi pemberdayaan yang tidak hanya berdampak pada lingkungan tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Copyrights © 2026